Longsor Ancam Sembilan Rumah di Garut

Selasa, 07 April 2015 12:15


Sebanyak tiga keluarga mengungsi setelah longsor susulan menimpa rumah mereka di Kampung Cikawung, Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Garut, Kamis (19/12). Selain itu, kerusakan Jalan Raya Talegong-Cisewu yang terputus akibat ambles terkikis longsor beberapa hari lalu terus meluas karena hujan deras yang terus turun.

 

Kepala Bagian Informatika Kabupaten Garut, Basuki Eko, mengatakan longsor susulan terjadi pukul 16.05. Sungai Cikawung yang terus mengikis Jalan Raya Talegong-Cisewu Kilometer 63+875 pun memengaruhi kawasan tebing di sekitarnya. Longsor menimpa rumah Asep (40), Eti (33), dan Mansur (70), serta warung milik Kokom.

 

"Longsor ini mengancam sembilan rumah lainnya. Untuk sementara, kejadian sudah ditangani unsur Muspika Cisewu dan dibantu Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat serta Kabupaten Garut," kata Basuki, Jumat (20/12).

 

Warga yang rumahnya terkena longsor untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Warga setempat, disiagakan karena dikhawatirkan akan timbul longsor susulan. Kemungkinan, katanya, longsor di Desa Girimukti disebabkan tanah terus bergeser. Tidak menutup kemungkinan, tuturnya, akan timbul kembali longsor di wilayah tersebut.

 

Sebelumnya, Jalan Raya Talegong-Cisewu penghubung Kabupaten Bandung dan wilayah selatan Kabupaten Garut terputus total, Rabu (18/12). Seluruh kendaraan yang menuju wilayah selatan Kabupaten Garut dari Kabupaten Bandung atau sebaliknya harus mengambil jalur memutar ke arah Garutkota dan Bungbulang.

 

Kadis Binamarga Kabupaten Garut, Adeng Sudjarmono, mengatakan sebelumnya pada Sabtu (14/12), Jalan Raya Talegong-Cisewu Kilometer 63+875 ini ambles karena longsor. Jalan raya yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut terkikis aliran Sungai Cikawung di sebelahnya sampai hanya menyisakan badan jalan selebar dua meter sepanjang 100 meter.

 

"Sekarang jalan sepanjang 30 meternya sudah terkikis, ambles semua. Sekitar 70 meter lainnya sudah mengalami retak-retak. Sekarang sudah putus total, tidak bisa dilalui kendaraan lagi," kata Adeng di Kantor Dinas Binamarga Kabupaten Garut, Kamis (19/12).

 

Jalan tersebut akhirnya sementara tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Tidak ada jalan alternatif di sekitar jalan penghubung antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut tersebut, kecuali jalan perkebunan tanpa aspal lewat Sumadra, Kecamatan Pamulihan.

 

"Kami tidak menyarankan warga mengambil jalur alternatif karena kondisi jalannya sangat buruk, berbahaya. Dari Bandung menuju Cisewu atau Caringin, lebih baik memutar ke Garutkota kemudian ambil jalur Bungbulang. Begitu juga sebaliknya," kata Adeng.

 

Rencananya, kata Adeng, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut akan merelokasi jalan tersebut dengan membelokkannya ke samping jalan yang ambles. Karenanya, sebanyak 8 rumah warga akan direlokasi, termasuk pembebasan lahannya.

 

Muspika Cisewu, tuturnya, telah. Mengumpulkan warga untuk memusyawarahkan pembebasan lahan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mempersiapkan peralatan dan biaya untuk merelokasi jalan tersebut, termasuk relokasi rumah-rumah warga.

Penulis: sam

Sumber : tribunnews.com




Baca juga

Curug Cigandi
Bencana Intai Garut Kota, Sebuah Rumah Ambles Ke Sungai Ciwalen

1 Komentar

penyembuhna vertigo
Minggu, 30 November 2014 20:50
makasi sudah berbagi
http://bit.ly/1HONSYs
  1  

Halaman 1 dari 1
Nama Lengkap
Email
Website (optional)
Komentar
Anti Spam :

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

    adalah lembaga pemerintah non-departemen yang

    melaksanakan tugas penanggulangan bencana

    di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dengan

    berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh

    Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana.